Revitalisasi Pasar Besar Sisahkan Masalah Pihak Ketiga Bakal Tempuh Jalur Hukum

IMG 20221109 WA0038
Proses pembangunan Pasar Besar Kota Batu. (Asi)

Kota Batu – Revitalisasi Pasar Besar Kota Batu nampaknya masih menyisahkan masalah. Tidak adanya kepastian dalam penyelesaian masalah membuat pihak ketiga bakal membawanya ke jalur hukum.

Penyebabnya rolling door, atap, dan jendela yang notabene telah menjadi hak pemenang lelang bongkahan yang hilang belum ditindak lanjuti oleh Pemkot Batu sampai saat ini.

Bacaan Lainnya

Padahal Pemkot Batu pernah berjanji akan melunasi tanggungan tersebut pada Oktober 2021 silam. Namun hingga sekarang belum ada respon apapun hingga proses revitalisasi saat ini sudah berjalan.

Pemenang lelang, Zubaidi mengatakan jika dirinya sudah berupaya meminta ganti baik melalui surat resmi atau menyampaikannya secara langsung namun tidak ada respon.

“Belum ada respon, terakhir kali saya menghubungi pihak aset sepekan lalu dan tetap tidak direspon sama sekali. Kalau seperti ini terus jujur saja saya kecewa dan bakal menempuh jalur hukum. Kalau dihitung dari kehilangan itu saya merugi Rp 75 juta terdiri dari 19 Rolling Door, 5 atap asbes kayu, dan 8 jendela kusen yang hilang,” ungkapnya, Senin (14/11/2022).

Paling membuat kecewa Zubaidi yaitu tidak kooperatifnya pihak Pemkot Batu seperti saat pihaknya membeli bongkaran pasar. Padahal pihaknya sudah sesuai dengan peraturan.

“Kami patuh, tidak ruwet saat melakukan pelunasan, dan kami bekerja secara maksimal. Kalau terus keluhan kami tidak diindahkan maka saya akan membawa ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Batu Asmadi menegaskan bahwa Pemkot Batu khususnya Badan Keuangan an Aset Daerah (BKAD) seharusnya sudah membayar kekurangan tersebut. “Apalagi Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) juga sudah rampung sejak pertengahan Oktober lalu. Saat ini kan sudah dalam tahap evaluasi dan realisasi,” tuturnya.

Asmadi juga berpesan, agar Pemkot Batu segera melakukan hutang daerah dari permasalahan revitalisasi Pasar Among Tani. Sehingga hal tersebut bisa menambah rasa kepercayaan pada pihak ketiga yang hendak melakukan kerjasama dengan eksekutif, karena potensi mengindahkan rasa pertanggungjawaban berpotensi mencoreng nama baik Kota Batu sendiri.

Pucuk pimpinan wakil rakyat Kota Batu itu juga menegaskan bahwa pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Sekda Kota Batu untuk segera merampungkan hutang daerah tersebut.

“Jadi saat ini, kami menunggu pembaruan surat dari pihak ketiga tentang kerugian dan benda-benda yang hilang. Tetap akan dicairkan, namun tidak bisa serta merta,” keluhnya.

Selanjutnya, Kepala BKAD Kota Batu, M. Chori membenarkan bahwa ada surat klaim yang masuk dari pemenang bongkaran dan mengaku akan segera membalas surat dari pemenang lelang bongkaran tersebut.

“Kalau ditanggapi ya memang akan kami tanggapi surat yang masuk. Tapi tunggu sampai kami melakukan sinkronisasi data dulu. Kami akan melakukan perhitungan setelah melakukan sinkronisasi dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan (Diskoumdag),” ujarnya.

Sebab BKAD hanya berfokus pada pelelangan, sedangkan untuk pengamanan barang dan fasilitas merupakan ranah Diskoumdag. Disinggung terkait kemampuan Pemkot Batu dalam mengembalikan kerugian, Chori menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memutuskan kapan klaim tersebut bisa dikembalikan.

“Karena semua ada mekanismenya. Setelah semua perhitungan dengan Diskoumdag dilakukan, penganggaran biasanya dilakukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) atau di APBD murni,” tutupnya. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *