RSUD Karsa Husada Gelar Audensi dengan LPKM NKRI, Begini Pembahasannya

Audensi RSUD Karsa Husada bersama LPKM NKRI. (asi)

Kota Batu – RSUD Karsa Husada Batu menggelar audensi bersama Lembaga Perlindungan Konsumen dan Masyarakat (LPKM) NKRI, Kamis (3/11/2022).

 

Bacaan Lainnya

Bertempat di ruang rapat Krisan RSUD Karsa Husada Batu LPKM NKRI menuntut adanya pemecatan dan sanksi berat kepada salah satu pegawainya berinisial DM setelah adanya dugaan pelecehan seksual.

Ketua LSM LPKM NKRI ,Revi Pandega mengatakan jika audensi ini untuk meminta pihak RSUD Karsa Husada Batu untuk memberikan teguran dan peringatan kepada salah satu pegawainya yang diduga telah melakukan pelecehan seksual.

“Kedatangan kami ke RSUD Karsa Husada untuk menuntut agar pegawai yang diketahui berinisial DM segera dipecat dan diberikan sangsi atau dipindah tugaskan,” jelasnya.

Pasalnya oknum pegawai berinisial DM ini telah melanggar kode etik sebagai pegawai negeri yang telah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan wanita bukan istrinya.

“Kami sudah ditemui oleh pihak menejemen RSUD dan kami akan tindak lanjuti ke Provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil LSM LPKM NKRI Saiful Iskak yang juga ikut di dalam audensi tersebut menambahkan jika pihaknya hanya ingin kepastian saja.

“Kami hanya ingin tuntutan kami diterima dan bisa mendapatkan hasil yang sesuai dengan tuntutan kami yakni yang bersangkutan harus dipecat atau dipindah tugaskan di luar pulau,” ungkapnya.

Sementara itu, pihak RSUD Karsa Husada diwakili oleh Kabag Umum RSUD Karsa Husada Ismi Wardani mengatakan jika keluhan dari teman-teman LPKM NKRI Kediri sudah kami terima dan kita ajak audensi.

“Karena ini masalah pribadi, maka tuntutan dari teman-teman LSM sudah kita tampung dan disampaikan ke pimpinan,” ujarnya.

Masalah ini juga tidak ada kaitannya dengan rumah sakit melainkan hanya masalah pribadi.

“Kita juga sudah melakukan upaya penanganan baik teguran dan surat resmi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim, sampai saat ini kita menunggu kabarnya,” ucapnya.

Dijelaskan jika pihaknya juga telah memberikan sangsi kepada pegawai yang dituju yakni dengan sangsi teguran sesuai dengan surat teguran 1 nomor : 800/3728/102.13/2022.

“Yang dilaporkan juga telah diperiksa dan kami jatuhkan teguran, untuk selanjutnya kita serahkan ke pihak BKD Provinsi Jatim,terkait laporan ini,” urainya.

Perlu diketahui jika pihak RSUD Karsa Husada Batu tidak tinggal diam, karena dengan aduan tersebut disampaikan Ismi jika telah melakukan proses sesuai dengan kode etik RSUD Karsa Husada Batu.

“Karena RSUD Karsa Husada ini merupakan instansi provinsi maka berkas aduan dari pihak keluarga korban yang diduga dilecehkan dengan berkas dari Rumah Sakit sudah kita serahkan ke pihak BKD, maka dari itu kita saat ini menunggu hasilnya,” tutupnya. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *