Fenomena Kabut Tebal Selimuti Kota Batu

IMG 20221018 134113 compress17
Kabut tebal menyebabkan jarak pandang terbatas. (Asi)

Kota Batu – Setelah hujan reda, Kota Batu diselimuti kabut sejak pukul 13.30 Wib, Selasa (18/10/2022). Bahkan kabut bertahan cukup lama hingga membuat jarak pandang terbatas.

Banyak kendaraan roda dua maupun roda empat menurunkan laju kecepatannya. Diperkirakan jarak pandang hanya 7-10 meter.

Bacaan Lainnya

Menanggapi itu, Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan jika fenomena turunnya kabut tersebut merupakan hal yang wajar setelah hampir seharian hujan turun.

“Meski begitu saya mengimbau agar pengendara berhati-hati saat jarak pandang terbatas. Apalagi BMKG telah merilis bahwa musim penghujan tahun ini terjadi lebih awal. Kami mengimbau masyarakat waspada,” tegas Agung.

Menurutnya, kabut ini terjadi karena suhu turun menjadi dingin. Kabut yang turun ini sering terjadi di Kota Malang pada tahun 70 hingga 80 an.

Sementara sejak 4 Oktober 2022 status siaga darurat bencana alam sudah ditetapkan oleh BPBD. Karena Kota Batu merupakan daerah yang cukup rawan tanah longsor dan banjir.

“Potensi itu berad di kawasan Kecamatan Bumiaji dan Batu. Hasil pemetaan Kecamatan Bumiaji ada enam titik yang berpotensi mengalami longsor. Empat lainnya ada di Kecamatan Batu,” ujarnya.

Begitu juga banjir luapan, ada tujuh desa berpotensi karena seringnya ada sumbatan, terlebih kawasan padat penduduk.

“Pasalnya, di kawasan padat penduduk sering ditemukan tumpukan sampah yang menutup saluran air. Sedangkan potensi angin beliung justru muncul di Kecamatan Junrejo,” tutupnya. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *