Tahun Ini Perumdam Among Tirto Tuntaskan 750 Jaringan MBR

IMG 20220927 WA0041
Dirut Perumdam Among Tirto Kota Batu, Edi Sunaedi bersama staf memantau langsung pemasangan MBR. (asi)

Kota Batu – Perumdam Among Tirto Kota Batu menyelesaikan pemasangan pada 750 sambungan air bersih kategori Rumah Tangga (RT) 1 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemasangan MBR selesai dilaksanakan di delapan desa/kelurahan di Kota Batu.

Direktur Perumdam Among Tirto, Edi Sunaedi mengatakan bahwa pemasangan jaringan air bagi MBR merupakan salah satu program prioritas sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Selain itu juga untuk meningkatkan derajat kualitas kesehatan masyarakat terhadap akses air bersih.

Bacaan Lainnya

“Ini merupakan program tahunan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Untuk tahun ini kami telah menyelesaikan 750 jaringan bagi MBR,” ujarnya, Kamis (29/9/2022).

Sokek, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa MBR merupakan program dari Kementerian PUPR. Mereka yang ikut dalam program ini akan mendapatkan keringanan biaya pemasangan.

“Melalui program MBR akan sangat meringankan masyarakat. Pasalnya mereka hanya mengeluarkan biaya Rp 550 ribu. Biaya itu berbanding jauh dengan harga normal mencapai Rp 1,6 juta,” terangnya.

Ia merinci untuk 750 MBR di delapan desa/kelurahan. Meliputi Desa Pendem, Desa Junrejo, Desa Beji, Desa Pesanggrahan, Desa Oro-oro Ombo. Kemudian untuk kelurahan meliputi Kelurahan Sisir, Kelurahan Ngaglik dan Kelurahan Temas.

Lebih lanjut, untuk penerima sudah ada kriterianya contoh daya listrik terpasang pada rumah tangga sebesar 1.300 VA dan/atau tidak memiliki sambungan listrik. Kemudian memenuhi persyaratan sebagai pelanggan PDAM.

Program ini juga bertujuan untuk meratakan pelayanan air bersih ke desa yang masuk zona merah atau rawan kekeringan. Ke depan melalui program ini juga bisa dimudahkan dan meringankan pelanggan baru bila sewaktu-waktu akan pasang.

“Selain program dari Kementerian PUPR, kami juga akan memberikan CSR bagi warga yang tidak mampu yang belum masuk dalam kuota program MBR. Sementara ini kami mendata ada 25 warga yang akan kami beri CSR pemasangan jaringan air minum,” ujarnya.

Sementara itu salah satu penerima, Afif Udin mengaku sangat terbantu dengan adanya program MBR karena biaya pemasangannya cukup murah dan bisa menjamin kebutuhan air bersih bagi keluarganya.

“Saya hanya mengeluarkan biaya Rp 550 ribu. Biaya itu berbanding jauh dengan harga normal, makanya kita sangat bersyukur, jujur saja tidak terlalu terbebani,” kata warga RT 25 RW 6 Dusun Caru, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo ini. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *