Ditengah Sambatan Harga Rumah Subsidi, Gubernur Jatim Berpesan Pengembang Tetap Patuhi Tata Ruang

IMG 20220928 WA0041
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mendatangi Rakerda DPD REI Jatim di Hotel Golden Tulip, Rabu (28/9/2022).

Kota Batu – Naiknya suku bunga bank dan harga material bangunan membuat Real Estate Indonesia (REI) Jatim berharap adanya kenaikan harga dalam penjualan rumah bersubsidi.

Pasalnya, dalam dua sampai tiga tahun terakhir terpantau masih belum ada kenaikan harga dan stagnan di nilai Rp 150 juta.

Bacaan Lainnya

Ketua DPD REI Jatim Soesilo Effendi mengatakan jika pihaknya masih menunggu adanya keputusan hal tersebut dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam kenaikan harga tersebut.

“Setidaknya ada kenaikan 7 persen. Sehingga jika dikalkulasi setidaknya naik menjadi Rp 162 juta, namun kami berjuang di angka Rp 165 juta,” paparnya pada Rakerda REI di Hotel Golden Tulip, Rabu (28/9/2022).

Pasalnya apabila tidak terjadi kenaikan sama sekali tentu bakal cukup kesulitan dari pihak REI. Terlebih REI sendiri mengakomodir pengembang dalan 174 bidang usaha baik yang bergerak dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) maupun industri.

Selain itu permintaan pasar terhadap rumah subsidi maupun non subsidi naik hingga 20-30 persen pasca pandemi, sehingga pihaknya sangat mengharapkan dengan adanya kesesuaian harga.

“Kenaikan harga sebesar 7 persen itu sendiri dikatakan mengacu pada susahnya pencarian tanah dalam skala besar untuk membangun rumah selain dari merangkaknya harga bahan material,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan tidak bisa berkomentar banyak terhadap permintaan REI. Dia hanya berpesan dalam setiap pembangunan yang dilakukan oleh REI selalu disertai dengan breakdown bersama kepala daerah terhadap Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

“Hal ini dikarenakan saat ini perizinan sudah menggunakan Online Single Submission (OSS). Dalam sistem itu apabila ada satu item yang kurang maka akan terhenti,” katanya.

Dari situlah kepala daerah harus mau meluangkan waktunya untuk berkoordinasi dengan REI.

“Karena kontribusi dari REI dalam pertumbuhan ekonomi di Jatim cukup besar yakni dari Produk Domestik Regional Bruto mencapai 5,74 persen dan dari sektor investasi di Jatim mencapai 69,2 persen,” tandas Khofifah. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *