Cara Telkomsel Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas UMKM

IMG 20220922 1445441663838051304
Road show lokakarya. (Asi)

Kota Batu – Telkomsel memiliki komitmen sebagai digital ecosystem enabler dalam membuka peluang mendorong kemajuan dan akselerasi pertumbuhan UMKM di Indonesia.

Salah satunya yaitu melalui program DCE 2.0 untuk menjadikan sarana merangkul pelaku usaha UMKM agar mereka mau merambah dunia digital.

Bacaan Lainnya

General Manager SME Tele and Digital Channel Management, Sihol U Pardamean mengatakan program DCE 2.0, Telkomsel membuka peluang dan kesempatan lebih luas bagi para pelaku UMKM.

“Sebab kegiatan ini berfokus pada peningkatan kreativitas, kapasitas dan kapabilitas digital UMKM. Program DCE 2.0 juga membuka peluang melalui pemanfaatan ekosistem aset dan infrastruktur,” ujarnya saat road show Lokakarya Digital Creative Entrepreneur di PLUT Kota Batu, Kamis (22/9/2022).

Telkomel juga membuka akses platform 99 persen Usahaku untuk menunjang pertumbuhan bisnis dan manajemen keuangan. Lebih dari 911 UMKM dari seluruh Indonesia terdaftar dan 150 UMKM telah terpilih untuk mengikuti kegiatan DCE 2021.

“Semua peserta terbaik DCE 2021 mendapatkan bantuan modal usaha dengan nilai total mencapai Rp 200 juta,” paparnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Kemenkop RI, Cipto Riyanto membacakan sambutan Asisten Deputi Irwansyah Putra Panjaitan memaparkan, UMKM memegang peran penting dalam perekonomian negeri. Jumlahnya telah mencapai 64,2 juta unit usaha. UMKM telah memberikan kontribusi PDB sebanyak 61,07 persen, investasi 60,42 persen, ekspor 14,37 persen serta mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.

“Makanya pemerintah memberikan perhatian yang serius bagi UMKM, baik dalam hal kemudahan pengurusan perizinan, perluasan akses pemasaran, maupun dukungan pembiyaan,” ucapnya.

Terlebih Presiden RI, Joko Widodo telah mengeluarkan Perpres No 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang menjadi pedoman tunggal pengembangan kewirausahaan nasional.

“Dengan adanya Perpres ini, diharapkan struktur ekonomi menjadi lebih kuat,” ungkapnya.

Ia berharap, kegiatan DCE 2.0 yang diselenggarakan Telkomsel dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM meningkatkan kemampuannya untuk bersaing dalam pasar ekonomi digital.

“Kebaradaan PLUT di Kota Batu juga harus dimanfaatkan dengan baik agar pengemasan dan produktivitas UMKM lebih maju,” tegasnya.

Kemudian, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Batu, Sugeng Pramono sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya bisa mensuport dan mendukung produk UMKM di Kota Batu agar bisa merambah pemasaran digitalisasi supaya jangkauannya lebih luas.

“Pemasaran produk di dunia digital menjadi keniscayaan ketika banyak orang memiliki ponsel pintar dan mengakses internet setiap harinya saat ini. Kita tidak ingin UMKM di Kota Batu thanya menjadi penonton di tengah masifnya aktivitas perdagangan digital. Menurutnya, produk UMKM harus membanjiri marketplace,” beber mantan Kadis Pertanian Kota Batu ini.

Demi mencapai ke sana memang banyak yang harus dibenahi mulai dari hulu sampai hilir. UMKM di Kota Batu harus semakin kreatif, berkualitas dan kompetitif. Menurutnya, produk UMKM Kota Batu perlu membenahi pengemasan dan brandingnya.

Pemkot Batu tengah berupaya memperbaiki sistem ekonomi usaha. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mempermudah perizinan, membuka akses permodalan serta menyelenggarakan inovasi produk yang didukung teknologi menerapkan strategi mandiri dan kemitraan,” terangnya.

Strategi mandiri salah satunya mengharuskan UMKM melakukan manajemen usaha dan pemasaran sendiri melalui online.

“Sedangkan strategi kemitraan atau partnership, mendorong UMKM melakukan manajemen usaha dan pemasaran melalui mitra online,” tutupnya. (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.