Ini Peran Kedua Tersangka Kasus BPHTB dan PBB

IMG 20220908 1752521662634397175
Tersangka kasus dugaan BPHTB dan PBB saat digelandang menuju mobil dan dibawa ke Lapas Lowokwaru Kota Malang. (asi)

Kota Batu – AFR yang merupakan PNS di Bapenda Kota Batu dan J selaku pihak swasta resmi ditetapkan menjadi tersangka karena terbukti mengakali peraturan terkait pungutan pajak daerah.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Kota Batu, Edi Sutomo mengatakan dalam kasus dugaan penyimpangan dalam pemungutan PBB dan BPHTB tahun 2020 memiliki peran yang berbeda dalam kasus ini.

Bacaan Lainnya

“AFR merupakan staf analis pajak dan operator atau yang punya akses ke Sistem Manajeman Informasi Objek Pajak (SISMIOP) telah mengubah NJOP objek pajak,” kata Edi, Kamis (8/9/2022).

Jadi tersangka membuat Nomor Objek Pajak (NOP) baru serta mencetak SPPT-PBB di luar ketentuan yang diatur. Sedangkan J merupakan makelar jual beli tanah.

“Keduanya bekerjasama agar biaya wajib pajak yang dikeluarkan dalam pengurusan tanah bisa ditebus dengan harga miring. Soalnya di SISMIOP itu ada ketentuan pajak berbeda-beda seusai daerah. Nah, oleh tersangka itu kelas NJOP-nya diubah agar besaran BPHTB nya turun,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan dan analisis di database SISMIOP, ditemukan tindak penyimpangan yang melanggar Pasal 51 ayat (3) PERDA Kota Batu No.7/2019 tentang Pajak Daerah jo. Pasal 15 ayat (3) PERWALI No.54/2020 tentang Tata Cara Pemungutan PBB dan penetapan besaran NJOP.

Selain itu, tersangka juga melanggar PERWALI No.54/2020 tentang Tata Cara Pemungutan PBB Pasal 5 “Pendaftaran Objek PBB baru dilakukan oleh subjek pajak atau wajib pajak dengan ketentuan. Akibat perbuatannya, kerugian negara mencapai Rp 1 miliar lebih (Rp.1.084.311.510,). (asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.