Pengendara Viral Bersenpi di Pandanrejo Akhirnya Diamankan, Ini Motifnya

IMG 20220114 161218 01 compress68
Saat konferensi pers di Mapolres Batu. (Ft : asi/batuhits.com)

BATU HITS, BATU – Pengendara yang viral usai mengacungkan senjata api di depan Kantor Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji pada Kamis (13/1/2022) akhirnya berhasil diamankan jajaran kepolisian.

Pelaku berinisial Monang Sihombing (49) warga Dusun Cembo/Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji diamankan ketika berada di rumahnya sekitar pukul 23.00 Wib, Kamis (13/1/2022).

Bacaan Lainnya

Penangkapan tersebut usai pihak Satreskrim Polres Batu menggelar penyelidikan usai video rekaman CCTV tersebut viral di media sosial dengan memintai keterangan 5 saksi yang berada di lokasi serta menelusuri dari nopol sepeda motornya.

“Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku berhasil kita amankan di rumahnya beserta barang bukti (BB),” ucap Kapolres Batu, AKBP I Nyoman Yogi Hermawan saat memimpin konferensi pers, Jumat (14/1/2022)

BB yang diamankan meliputi 1 unit sepeda motor Suzuki Smash nopol N 5342 JH, 1 unit senjata revolver colt detektif air soft gun yang sudah dimodifikasi menjadi senjata rakitan kaliber 2,2 milimeter beserta 3 buah pelurunya, 1 senjata air gun bareta warna hitam silver ukuran amunisi 5,5 milimeter menggunakan gas Co2, dan baju ketika dia pakai.

“Motif tersangka nekat menodongkan senjata karena mengaku baru saja diserempet oleh pengendara lain yang tidak ia kenal. Kemudian ia pun berhenti dan mengeluarkan senjatanya untuk menunjukkan sifat superiornya,” ujarnya.

Saat ditanya petugas tersangka mengaku mendapatkan senjata tersebut setelah membeli melalui media sosial kepada orang yang tidak ia kenal seharga Rp 1,2 juta melalui sistem COD di luar Kota Batu tepatnya di Surabaya.

“Akibat perbuatannya pelaku dikenai pasal 1 ayat 1 UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau maksimal 20 tahun penjara,” tutupnya. (asi/j)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *