Kick Off Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Kota Batu Digelar Mulai Hari Ini

IMG 20211220 WA0004 01 compress58 1
Salah satu murid SDN Sisir I Batu saat menerima dosis vaksin Sinovac. (Ft : asi)

BATU HITS, BATU – Kelompok anak usia 6-11 tahun di Kota Batu mulai mendapatkan vaksinasi, Senin (20/12/2021).

Dalam tahap awal vaksin didistribusikan ke sembilan SD di Kota Batu yaitu SDN Mojorejo, SDN Punten, SD Muhammadiyah, SDN Dadaprejo, SDN Sisir 1, SDN Sisir 2, SDN Pesanggrahan 1, SD Bustanul Ulum, dan SD Immanuel.

Bacaan Lainnya

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati menuturkan bila vaksinasi bagi kelompok usia 6-11 tahun pun telah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Lantaran mereka rentan juga untuk tertular Covid-19. Serta untuk menjamin keamanan pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” jelasnya.

Jenis vaksin yang diberikan menggunakan vaksin Sinovac. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh BPOM. Berdasarkan data yang disodorkan Bidang Pembinaan SD Dindik Kota Batu, daftar peserta didik jenjang SD/MI di Kota Batu, totalnya ada 15.528 siswa-siswi.

“Dengan rincian 11.931 siswa-siswi bersekolah di sekolahan negeri dan 3.597 siswa-siswi bersekolah di sekolahan swasta,” paparnya.

Dirinya juga berpesan kepada orang tua bila anaknya memiliki penyakit bawaan belum diperkenankan untuk mengikuti vaksinasi tanpa surat pengantar dari dokter spesialis anak.

“Anak-anak yang punya penyakit bawaan seperti sakit jantung atau paru-paru jika ingin vaksin harus ada surat rekomendasi dari dokter. Menyatakan bahwa anak tersebut bisa divaksin Covid-19,“ tegasnya.

Tak hanya itu saja, anak-anak yang hendak mengikuti vaksinasi juga diwajibkan membawa surat izin dari orang tua.

“Selain itu dalam sepekan terakhir, anak tersebut juga tidak boleh menderita batuk, pilek, panas dan diare,” katanya.

Sementara itu salah satu wali murid di SDN Sisir I, Hane Pratiwi mengaku sangat antusias putrinya menerima dosis vaksin. Semua demi pencegahan paparan Covid-19.

“Setuju saja, untuk menjaga paparan dan terpenting pembelajaran bisa normal lagi seperti dulu. Masuk mulai Senin-Sabtu agar pendidikan jauh lebih efektif,” ujarnya.

Kemudian, salah satu murid SDN Sisir I, Gisela N Gravila mengaku tidak takut ketika mau disuntik.

“Gak takut, cuma agak sakit,” tutupnya. (asi/j)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *