Tak Ada Titik Temu, Pedagang Enggan Direlokasi Sebelum Ada Kepastian

IMG 20211217 110751 01 compress85
Pedagang saat berada di Kecamatan Batu usai melakukan perundingan dengan pihak Diskumdag dan UPT Pasar Batu. (Ft : asi)

BATU HITS, BATU – Tidak ada titik temu saat para pedagang melakukan protes di Kantor UPT Pasar yang berada di Stadion Brantas Batu, perundingan akhirnya dilanjutkan di kantor Kecamatan Batu.

Pihak pedagang bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu dan UPT Pasar pun mengadakan pembicaraan di ruang kerja Camat Batu mulai pukul 10.00-11.00 Wib, dengan pendampingan aparat kepolisian serta Satpol PP Batu.

Bacaan Lainnya
IMG 20211217 094334 scaled
Rencana tempat relokasi pedagang yang berada di sekitar Stadion Brantas. (Ft : asi)

Setelah perundingan, Ketua Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Faizi Rohmi mengungkapkan bahwa para pedagang telah muak dengan penjelasan-penjelasan yang dinilai tidak sesuai kenyataan.

“Alasannya kita (Pedagang.red) sempat mendapatkan janji bahwa pemenang tender akan diumumkan pada Desember ini, sebelum jadwal relokasi dilakukan. Tapi tidak pernah,” keluhnya, Jumat (17/12/2021).

Para pedagang pun bersikukuh tidak akan pindah ke tempat relokasi jika belum ada pengumuman kepastian pemenang tender.

“Kami juga tetap bersikukuh pada tuntutan kami, siapa yang membangun dan kapan selesai? Kami harus mendapat kepastian agar tidak terkatung-katung di relokasi, kami menunggu siapa yang akan membangun. Jika Pemkot Batu berjalan sesuai jadwalnya, ya silahkan saja,” kata dia.

Disinggung hasil perundingan? Pedagang menilai tidak ada hasil yang disepakati atau titik temunya.

“Gak ada titik temu, penjelasannya belibet. Padahal tuntutan kami cuma kepastian saja, siapa yang bangun, kapan mulai dan selesainya? Jawaban dinas juga tak jelas,” imbuhnya.

IMG 20211217 142624 scaled
Kepala Diskumdag Kota Batu, Eko Suhartono. (Ft : asi)

Menanggapi itu, Kepala Diskumdag Batu, Eko Suhartono memberi penjelasan secara berbeda. Dia menilai sudah ada titik tengah dari pertemuan tersebut.

“Kami akan tetap melanjutkan rencana revitalisasi sesuai jadwal. Para pedagang dijadwalkan mulai menempati relokasi per 18 Desember 2021,” ucapnya.

Dinas tetap memberikan kesempatan kepada para pedagang agar bisa menempati lokasi relokasi. Sebab dari jadwal yang ada akan dimulai pada tanggal 18-25 Desember 2021.

“Kami tetap jalan sesuai jadwal. Kalau masalah penetapan pemenang tender molor itu bukan kewenangan kami, itu ranah pokja yang ada di kementerian,” ujarnya.

Eko pun menegaskan jika lelang tidak molor namun ada perubahan jadwal di LPSE sebanyak tiga kali.

“Meski begitu kami tetap optimis, dalam waktu dekat segera ada pengumuman pemenang tender. Kita tunggu pekan depan siapa pemenangnya. Kalau sampai gagal lelang, tidaklah. Kan kalau gagal karena tidak ada calon, tapi ini calon pemenang cukup banyak,” tukasnya. (asi/j)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.