Tanggap Darurat Bencana Berakhir, Kota Batu Masuk Masa Transisi

IMG 20211118 WA0037 compress45
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso saat menjelaskan status Kota Batu di lokasi. (Ft : asi)

BATU HITS, BATU – Mulai hari ini, Kamis (18/11/2021), sampai dua pekan ke depan, Pemkot Batu memutuskan masuk masa transisi. Pasalnya masa tanggap darurat di Kota Batu akibat banjir bandang telah berakhir per 17 November 2021.

Fokus kali ini yaitu semua pihak bekerja fokus untuk normalisasi mulai dari pembangunan rumah hingga normalisasi sungai.

Bacaan Lainnya

Lalu untuk para korban yang rumahnya terdampak banjir Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berencana mencarikan lahan, total ada tiga rumah.

Lalu, lima lainnya memutuskan untuk bangun rumah di lahan yang mereka miliki. Karena total rumah rusak yang tercatat oleh Pemkot Batu sebanyak delapan.

“Masa transisi ini ada lima rumah masih memiliki lahan lain. Perintah dari Presiden melalui Kementerian PUPR agar rumah yang hilang segera dibangun kembali,” jelas Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso di lokasi.

Pasalnya untuk regulasi tanah bengkok memakan waktu panjang, akhirnya ada tiga rumah yang akan dibelikan tanah di belakang rumah, tepatnya di belakang rumah Kepala Desa Bulukerto.

“Nanti Pemkot Batu akan melobi pemilik tanah agar harga yang dapat dibeli bisa lebih murah. Mengingat rencana pembangunan rumah di lahan tersebut karena adanya kejadian banjir bandang,” papar dia.

Apalagi per meter, harga tanah di lahan yang rencananya dibangun rumah seharga Rp 2 juta permeternya. Namun Pemkot Batu belum memutuskan akan beli dalam ukuran berapa.

“Jika sekarang, harga tanah saat ini mahal. Namun rencananya akan dikasih harga lebih murah demi kebaikan masyarakat,” bebernya.

Disinggung terkait normalisasi sungai? Dia menjawab kalau normalisasi sungai sudah berjalan maksimal. Hasil pantauan udara dirinya dengan Pangakalan Udara Abd Saleh dari pesawat menunjukan normalisasi terlihat mulai dari Desa Sumbergondo hingga Bulukerto.

“Kita juga antisipasi prakiraan BMKG terkait La Nina yang akan berlangsung hingga Februari. Sehingga jika nanti ada banjir, air bisa mengalir di sungai yang telah dinormalisasi ini,” tuturnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Udara Abd Saleh Marsekal Pertama, Zulfahmi menguraikan pantauan dari atas saat menaiki Pesawat Cassa NC 212 i terbaru produksi PT Dirgantara Indonesia ia bersama rombongan juga bisa memotret dari udara kondisi hulu Kota Batu.

“Kami memantau aliran sungai untuk mendapatkan visualisasi kegiatan apa yang akan dilaksanakan ke depan. Terutama mulai bulan ini sampai Februari. Kami siap bantu untuk pantauan udara termasuk kegaitan lainnya eperti reboisasi,” beber Zulfahmi.

Berdasarkan informasi dari laman resmi TNI-AU, https://tni-au.mil.id/kedatangan-satu-1-pesawat-cassa-terbaru-skadron-udara/, pesawat Cassa NC 212 i adalah pesawat multiguna generasi terbaru dengan daya angkut 28 penumpang, memiliki ramp door, kabin yang luas di kelasnya, sistem navigasi dan komunikasi yang lebih modern. Pesawat NC212 i dapat juga digunakan sebagai pembuat hujan, foto udara, dan lainnya.

Sebelumnya, Pemkot Batu pernah bekerjasama dengan Lanud Abd Saleh untuk memetakan kondisi hulu dari ketinggian 5000 meter. Menurut Zulfahmi, pesawat Cassa NC 212 i juga bisa terbang lebih tinggi dari 5000 meter.

“Kami sudah pernah kerjasama. Pesawat bisa ambil gambar di ketinggian 5000 bisa, 1000 ribu juga bisa, tergantung kebutuhan,” urainya.

Bahkan pada akhir pekan ini, direncanakan akan dilakukan reboisasi oleh prajurit Divisi Infanteri 2 Kostrad bersama sejumlah pihak lainnya. Reboisasi akan difokuskan di kawasan yang minim lahan resapan. (asi/j)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.