Pekan Depan Rumah Warga Terdampak Banjir Bandang Mulai Dibangun

IMG 20211116 100414 compress45
Saat Agus Mulyono sedang mempersiapkan pembangunan rumah barunya karena rumahnya yang lama tersapu banjir bandang hingga tak tersisa. (Ft : asi)

BATU HITS, BATU – Agus Mulyono (45) warga RT 3 RW 3, Dusun Sambong, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji nampak sedang membersihkan sisa puing rumahnya yang hilang tersapu banjir bandang.

Dia merupakan salah satu dari sekian banyak warga yang menjadi korban bencana yang terjadi pada sekitar pukul 15.00 Wib, Kamis (4/11/2021).

Bacaan Lainnya

Akibat kejadian tersebut rumah sederhana yang dia tempati selama 10 tahunan berukuran 4 x 5 meter hilang tak tersisa. Padahal jarak rumah dengan sungai kurang lebih 6 meteran.

“Ya mas lagi bersih-bersih. Persiapan soalnya Senin besok mulai bangun rumah. Lokasi lahannya di atas rumah saya yang hanyut. Tanahnya milik orang tua,” jelasnya.

Dirinya pun optimis bisa segera memiliki rumah seperti dulu. Selain sudah didata oleh pihak desa, bantuan dari pihak keluarga, dan para relawan sangat besar.

“Sejak kejadian saya tidak bekerja, lebih baik bersih-bersih dulu soalnya pesan dari tetangga-tetangga agar segera mungkin membersihkan bekas rumah supaya pelaksanaan pembangunan segera mungkin,” ujar Agus penuh semangat.

Untuk material bakal didatangkan dalam waktu dekat, baik dari desa maupun para relawan. Intinya menurut Agus material dari mana yang datang terlebih dulu, agar pembangunan cepat terealisasi.

“Rencananya rumah yang akan saya bangun berukuran 4,5 x 6 meter. Untuk proses pembangunan saya dapat bantuan para tetangga atau relawan secara gotong royong,” imbuhnya.

Saat ditanya apakah tidak ada rasa kekhawatiran karena lokasi rumahnya yang baru berdekatan dengan rumah lamanya? Ia menjawab tetap ada rasa kekhawatiran.

“Rasa takut dan khawatir tetap saja ada. Calon rumah saya dengan sungai berjarak 10 meter, tapi bagaimana lagi adanya cuma lahan peninggalan orang tua tersebut,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Sekretaris Pemdes Bulukerto, Hendra Setiawan menerangkan bila pihaknya sudah menggelar rapat bersama melibatkan warga terdampak terkait renovasi atau pembangunan rumah.

“Intinya semua kebutuhan material atau sebagainya akan kita akomodir penuh. Desa sangat siap agar warga terdampak bisa memiliki rumah kembali,” ujarnya.

Untuk teknisnya kebutuhan material bisa disampaikan ke RT dan RW hingga Kepala Dusun. Dari situlah laporan masuk ke desa dan langsung diproses oleh Pemdes.

“Dari laporan kebutuhan itu nanti desa akan mendatangkan materialnya secara langsung dari toko-toko bangunan. Dana bisa diambil dari bantuan relawan atau anggaran lainnya,” tutupnya. (Asi/j)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.