Rumah Sengketa Waris di Dadaprejo Dieksekusi PA Malang

IMG 20211001 090200 compress22
Saat PA Malang melakukan eksekusi rumah di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. (Asi)

BATU HITS, BATU – Sebuah rumah di Ir Soekarno nomor 37, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu dieksekusi oleh Pengadilan Agama (PA) Malang, Jumat (1/10/2021).

Untung saja eksekusi berjalan lancar tanpa ada perlawanan. Rumah dengan luasan 309 m² senilai Rp1,9 miliar ini adalah objek sengketa waris para termohon yang tak kunjung selesai.

Bacaan Lainnya

Sesuai pasal 54 UU Nomor 7 Tahun 1989 dimana PA memiliki kompetensi untuk melakukan eksekusi lelang, termasuk juga eksekusi riil (pengosongan). Dalam proses eksekusi melibatkan 12 Juru Sita PA Malang didampingi pengamanan dari Polres Batu dan berjalan lancar dan selesai di jelang siang. PA Malang juga membacakan berita hukum perkara dan ditutup dengan memasang plakat eksekusi.

Kuasa hukum pemohon lelang, Heli menjelaskan eksekusi dilakukan atas permohonan pemenang lelang dari hasil obyek sengketa. Lelang berawal dari ekseskusi yang tidak bisa dilakukan secara natural. Dengan begitu, dalam hal ini pemenang lelang punya legal standing untuk melakukan eksekusi riil atau pengosongan rumah.

”Soal apa itu bukan domain kami karena klien kami sebatas pihak pemenang lelang dan sudah memenuhi semua kriteria dan kewajiban. Namun termohon sempat tidak mau menyerahkan, padahal sudah diputus. Sebab itu diajukanlah pengosongan ini,” jelas dia.

Lalu, Panitera PA Malang Chafidz Chaifudin menerangkan dalam hal ini, pemenang lelang Wahyu Ardiansyah (34), warga Jalan Martorejo, No.130 Kelurahan Dadaprejo, Junrejo, Kota Batu didampingi kuasa hukum Heli. Surat penetapan eksekusi riil sudah diputuskan PA Malang tertanggal 25 Agustus 2021.

Selain itu, termohon alias pihak terkait sengketa waris ini adalah Dewi Ratnawati (37), warga Jalan Mertojoyo Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang bersama Agus Pambudihardjo bin Harmadi (70) dan Budi Cahyo Wiseso bin Agus Pambudihardjo (32).

”Kami sekaligus menyampaikan bahwa PA dalam hal ini juga punya kompetensi melakukan eksekusi riil. Bukan hanya dari Pengadilan Negeri saja. Objek adalah sengketa waris. Namun ketika sudah diputus di tingkat pertama, (termohon) gak puas, banding. Gak puas lagi lanjut kasasi dan akhirnya dilelang. Hari ini pemenang lelang mengajukan eksekusi,” tukasnya. (Asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *