Ini Peran ES dan NIS Dalam Kasus Mark Up Lahan SMAN 3 Batu

IMG 20210923 171539 compress23 1

BATU HITS, BATU – Edi Setiawan (ES) dan Nanang Istiawan (NIS) memiliki peran berbeda dalam pengadaan lahan SMAN 3 Batu di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji pada tahun 2014 hingga merugikan keuangan negara mencapai Rp 4,080 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu, Supriyanto mengatakan saat itu ES selaku mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Nanang Ismawan dari pihak swasta yang pada saat itu berlaku sebagai konsultan studi kelayakan.

Bacaan Lainnya

“Jadi ES ini merupakan anggota tim perencanaan dan pengadaan lahan serta PPTK. Dia yang aktif melakukan berbagai kegiatan dalam pengadaan,” jelas Kejari, Kamis (23/9/2021).

Kemudian ES bertemu dengan NIS selaku pihak swasta atau rekanan yang saat itu menjadi konsultan studi kelayakan dan anggota tim appraisal sebagai petugas yang melakukan perhitungan harga tanah.

“Dugaan mark up muncul disitu, harga tanah dihitung melebihi harga pasaran saat itu hingga merugikan keuangan negara miliaran rupiah,” bebernya.

Atas perbuatan kedua tersangka mereka dijerat pasal 2 ayat 1 UU Tipikor dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Kemudian saat ditanya apakah akan ada tersangka baru? Supriyanto menyampaikan bila pihaknya masih menunggu fakta persidangan.

“Nunggu hasil persidangan kita juga terus melakukan penyidikan lebih jauh lagi selama tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Baru bisa menentukan apakah ada tersangka baru,” tutupnya.

Perlu diketahui, ES sebelumnya pernah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2017 bersama Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dalam kasus pengadaan meubelair di Balai Kota Among Tani Batu. Sekarang status ES sudan non aktif sebagai ASN Pemkot Batu. (Asi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *